Back to Home
Bondan P Architect Professional Architect

Arsitek Jogja : Tentang Imbalan Jasa Arsitek

Dalam dunia arsitektur, imbalan jasa seorang arsitek merupakan salah satu bagian penting yang tidak bisa dilewatkan. Sama seperti profesi lain, misal; dokter, penyanyi, aktor, pelukis, dll, besaran jasa arsitek berbeda-beda. Karya dari seorang arsitek dihargai tinggi atau rendah bergantung dari beberapa faktor.

11178423-architect-project-design-tools-Stock-Photo-planning-architecture-blueprints

Sistem fee seorang arsitek dapat ditentukan dalam berbagai cara/sistem. Menurut IAI (Ikatan Arsitek Indonesia), penentuan besaran fee arsitek dihitung dengan prosentase nilai bangunan. Selain itu juga dapat ditentukan dengan jangka waktu konsultasi. Beberapa arsitek ada yang menerapkan fee per meter persegi luasan bangunan, ada yang sistem paket dengan berdasar pada range nilai bangunan, bahkan ada yang GRATIS  (*syarat dan ketentuan berlaku).

Sesama perencana bangunan yang sering disebut sebagai “arsitek”, saya dengan rekan-rekan sering sharing tentang besaran imbalan jasa yang kami terapkan masing-masing. Ada yang tinggi, ada yang cukup tinggi, dan ada juga yang menerapkan harga “rendah”.

Mengenai skala tinggi-rendah fee jasa arsitek ini tergantung persepsi masing-masing konsumen. Seperti halnya profesi lain, masing-masing arsitek mempunyai pasar tersendiri. Ada arsitek yang bergelut dan menekuni bangunan rumah tinggal, ada yang menggeluti bangunan komersial, ada juga yang fokus pada bangunan sosial, dll. Masing-masing arsitek menilai diri mereka sendiri dari tarif yang diterapkan.

500_F_54925577_TqKPS87stL021eW9tG1qbGiI1Ig679PR

Pemahaman masyarakat mengenai imbalan jasa arsitek juga sedikit banyak terpengaruh dari iklan dan promosi masing-masing arsitek (atau biro konsultan arsitek). Dapat kita lihat ada beberapa biro konsultan arsitek yang memasang iklan di media massa, terutama pada media cetak dan internet. Sangat beragam besaran imbalan jasa dan sistem yang ditawarkan. Semua dengan tujuan untuk mendapatkan konsumen, lebih banyak berarti lebih untung.

Bahkan ada yang memasang tarif GRATIS, dengan tujuan tertentu, misalnya pembangunan fisiknya juga diserahkan kepada tim dari konsultan tersebut sehingga biaya desain bisa disubsidi dari keuntungan pelaksanaan pembangunan. Tidak dipungkiri, iming-iming gratis ini sangat menentukan pola pikir konsumen, bahwa mendesain sebuah bangunan itu mudah, sehingga bisa murah bahkan gratis. Ditambah pula dengan informasi seputar software yang bisa digunakan untuk membantu pembuatan gambar rancangan, menambah kesan bahwa mendesain itu bisa dilakukan dengan cepat. Padahal dalam prakteknya, menggambar itu tidak sama dengan mendesain.

Ada beberapa rekan yang “marah” ketika mendapati iklan atau info bahwa ada arsitek lain yang menerapkan fee sangat rendah bahkan gratis. Bagi mereka, hal tersbut merupakan edukasi yang tidak bagus untuk masyarakat. Kenapa? karena akan terbentuk pandangan secara umum bahwa mendesain itu gampang. Hal ini tidak hanya berlaku di dunia arsitektur, tetapi juga dalam bidang seni dan grafis. Pada akhirnya konsumen akan keberatan dengan fee arsitek yang standar atau tinggi.

Ilmu seorang arsitek didapat dari bangku kuliah juga pengalaman. Sehingga apa yang dituangkan dalam gambar ada “isi” yang mempunyai nilai. Bagaimana teori-teori yang didapat dalam bangku kuliah, dapat dia terapkan pada desain atau rancangan yang dibuat. Kemudian bagaimana aplikasi di lapangan agar rancangan tersebut dapat terealisasikan dengan baik. Karena karya seorang arsitek bukanlah sebuah gambar diatas kertas, namun bangunan atau lingkungan buatan yang terbangun atas ide dan kreativitasnya.

Beberapa rekan arsitek ada yang menanyakan besaran fee yang saya terapkan. Terkadang ada yang mengatakan mahal, ada juga yang mengatakan murah. Sekali lagi hal tersebut tergantung dari masing-masing arsitek dalam menilai diri sendiri. Konsumen juga mempunyai pandangan yang berbeda dalam hal besaran fee arsitek. Ada yang mengatakan mahal, ada yang biasa saja, bahkan ada yang ragu-ragu dengan fee yang kita terapkan.

Investment-Plan

Saya pun demikian. Ada beberapa konsumen yang bertanya tentang besaran fee saya. Setelah saya jawab, ada yang merasa keberatan, ada yang wajar-wajar saja menerima, namun pernah juga saya mendapat respon ragu-ragu dari konsumen yang mengatakan bahwa dengan fee sekian, apakah saya bisa mengerjakan dengan serius? Artinya fee yang saya tawarkan terlalu murah.

Semua kembali ke diri sendiri. Dari pengalaman yang saya dapatkan selama berkecimpung dalam dunia arsitektur, hasil karya kami sebagai arsitek dapat menjadi nilai marketing tersendiri. Portofolio karya menjadi nilai tambah yang dapat menaikkan fee yang saya terapkan. Saya mendapati bahwa, berapapun besaran fee yang diterapkan, selama ada konsumen yang menyetujui, berarti fee tersebut sebanding dengan kualitas karya. Besar kecil nilai fee arsitek, menentukan pasar dari arsitek tersebut.

Semoga bermanfaat.

Related Articles

9 Cara Untuk Membuat Rumah Anda Nyaman Tanpa Menghabiskan Banyak Uang

Rumah merupakan tempat paling penting bagi manusia. Rumah adalah tempat dimana manusia mengharapkan ketenangan dan memulihkan tenaga dan pikiran. Tentu rumah harus mendukung hal tersebut, bukannya malah menambah efek negatif. Artikel ini membahas bagaimana membuat suasana rumah anda menjadi hangat d [...]

Arsitek Jogja : Aksen Mewah Rumah Tanpa ‘Make Up’ (Harian Jogja)

Rumah dengan dinding yang tidak dipoles atau tidak dicat dulunya menjadi rumah yang dipandang sebelah mata. Masyarakat menilai rumah yang hanya dilapisi semen atau beton tanpa cat ini menjadi sebuah dinding yang belum selesai serta tidak memiliki nilai keindahan sama sekali. Kini, desain dinding sep [...]

Arsitek Jogja : Resume Buku 15 Cerita Arsitek Muda

Buku ini saya beli secara online, karena saya ditawari langsung oleh penerbitnya yaitu IMAJI. Saya membeli bersama dengan buku Indonesian Architect. Setelah sampai, saya tidak sepat langsung membacanya. Baru beberapa waktu kemudian saya benar-benar bisa menamatkan membaca buku ini disela waktu menun [...]

Arsitek Jogja : Desain Interior? Perlukah?

Banyak sekali klien yang kami temui, yang menginginkan desain rumah, sebelum membahas bangunan fisiknya, sudah membahas interiornya terlebih dulu. Dan biasanya hal itu dilakukan oleh klien perempuan. Dan biasanya pembahasan itu berakhir ketika suami dari klien menstop pembicaraan dan mengatakan “i [...]

Arsitek Jogja : Mengenal Singkat Arsitektur Mediterania

Mungkin anda sering mendengar gaya arsitektur mediterania. Istilah tersebut sangat familiar di Indonesia, terkait dengan gaya arsitektur rumah tinggal. Namun mungkin sebagian besar dari anda belum mengenal sepenuhnya apa itu gaya Mediterania. [...]

Arsitek Jogja : Mengapa Memilih Desain Minimalis?

Saat kita didalam rumah, kita melihat sofa, almari, rak TV, meja, dan sebagainya. Barang-barang tersebut dapat menjadi gangguan visual yang dapat mengakibatkan stress. Bahkan mungkin kita tidak perlu untuk melihat semua ruangan. Meja kerja yang berantakan sudah cukup untuk membuat kita stress. Hal i [...]

Keunggulan BPA

Mengapa Harus BPA? Berikut adalah KEUNGGULAN kami [...]

Arsitek Jogja : Kiat Berkonsultasi Dengan Arsitek

Pernah berkonsultasi dengan arsitek? Mahal? Artikel ini membahas bagaimana kita bisa berkonsultasi dengan arsitek secara efektif... [...]

Arsitek Jogja : Arsitek – Bagaimana seharusnya?

Arsitek, profesi layaknya profesi lain, mempunyai kaidah dan etika dalam bekerja. Bagaimana untuk menjadi arsitek yang baik? [...]

Arsitek Jogja : Indonesia Direktori Kreatif

Saya mendapatkan kehormatan terpilih sebagai salah satu pelaku industri kreatif di bidang Arsitektur oleh Kementrian Pariwisata Pusat untuk wilayah Jawa Bali region Yogyakarta... [...]

Arsitek Jogja – Komponen Ruang Luar

Arsitektur tidak hanya sebatas bangunan saja. Arsitektur mewadahi semua kebutuhan manusia terkait dengan "papan". Bisa berupa bangunan maupun lansekap. Apakah lansekap itu? Seberapa pentingnya terhadap eksistensi bangunan? Bisa anda baca untuk selengkapnya dalam artikel ini... [...]

Arsitek Jogja – Harga Borongan Per Meter atau RAB?

Dalam pandangan umum masyarakat, sering muncul pertanyaan, berapa biaya yang dibutuhkan dalam membangun rumah baru. Ada jawaban yang menggunakan sistem per m2, ada juga yang menggunakan sistem rinci dengan RAB. Mungkin anda belum begitu paham dengan kedua sistem tersebut? Sedikit penjelasan ini mung [...]

Arsitek Jogja : Beli Rumah Jadi Atau Bangun Sendiri?

Rumah adalah property yang multifungsi. Selain bisa digunakan sendiri, rumah juga bisa digunakan sebagai mesin passive income, atau barang dagangan. Banyak dari anda yang bingung harus membangun rumah sendiri atau beli rumah yang siap huni. Berikut sedikit gambaran yang bisa menambah wawasan anda... [...]

Arsitek Jogja : Pemilihan Bahan Penutup Atap

Atap merupakan elemen yang termasuk dalam struktur utama sebuah bangunan. Saat ini banyak sekali pilihan bahan material penutup atap, mulai dari tanah liat, metal, atau fiber semen. Masing-masing mempunyai keunggulan dan kelemahan tersendiri. Apa saja itu? [...]

Arsitek Jogja : Seputar Struktur dan Konstruksi Bangunan Perumahan

Anda membeli rumah di kompleks perumahan? Anda perlu mengecek struktur dan konstruksinya terlebih dahulu. [...]

Arsitek Jogja : Agar Suasana Rumah Menyenangkan

Rumah adalah tempat beristirahat setelah aktif beraktivitas. Bagaimana anda bisa beristirahat jika suasana rumah tidak menyenangkan? [...]

Arsitek Jogja : Tenaga harian, Borongan, atau Cost and Fee

Melaksanakan pembangunan memang bukan pekerjaan mudah. Ada beberapa pilihan untuk anda. Apa saja? [...]

Arsitek jogja : Hal-hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Membangun Rumah Baru

Membangun rumah adalah impian semua orang. Kira-kira apa saja yang perlu diperhatikan untuk membangun rumah baru? [...]

Desain Interior Jogja : Penataan Lampu Berdasarkan Fungsi Ruang Pada Rumah Tinggal

Pencahayaan buatan sangat penting dalam sebuah bangunan. Bagaimana penataan yang tepat dalam tiap ruang? [...]

Desain Interior Jogja : Membuat Ruang Terkesan Lebih Luas

Ruang akan terasa lega jika terkesan luas. Bagimana menyiasati ruangan agar terkesan lebih luas? [...]